Tag Archives: Galungan dan Kuningan

Catatan Hari Raya Galungan dan Kuningan

Hari Raya Galungan dan Kuningan adalah salah satu hari raya keagamaan umat Hindu yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali yaitu setiap Budha Kliwon wuku Dungulan, yang tahun ini jatuh pada tanggal 30 Mei 2018 (Galungan) dan Kuningan (Saniscara Kliwon wuku Kuningan) pada tanggal 9 Juni 2018. Hari raya ini untuk memperingati kemenangan Dharma atas Adharma.

Kali ini kami sekeluarga melakukan persembahyangan Galungan dan kuningan pada dua tempat atau pura yang berbeda. Pada Hari Galungan kami Menuju pura Mustika Dharma Cijantung Jakarta Timur. sedangkan pada Hari Kuningan Kami Menuju Pura Dalem Purna Jati Cilincing Jakarta Utara.

Perjalanan dari Bekasi menuju pura Mustika Dharma Cijantung kami tempuh dalam waktu 1 jam 20 menit, menyusuri Tol Jakarta Outter Ring Road. Berangkat dari Pondok Ungu sekitar pukul 15.20 menit dan tiba pada pukul 16.00 wib.

Tiba di Pura Mustika Dharma Cijantung yang terletak di komplek Koppasus Cijantung Jakarta Timur ini Nampak persiapan upacara yadnya sedang dimulai. Selama kurang lebih 2 jam prosesi berlangsung, yaitu ngaturang piodalan (yadnya) sampai selesai. Nampak Ida Pedanda Gde Panji Sogata sebagai pemuput karya.

Secara simultan para pemangku, panitia, penari, penabuh sudah secara sigap mengambil peran masing-masing. Yang menarik perhatian tari topeng dengan tetabuhan gambelan yang sangat apik. Tari Rejang Dewa, kemudian tari Baris Gede dan yang selanjutnya adalah tari topeng Sidakarya.

Pura Mustika Dharma Cijantung

Acara persembahyangan bersama dimulai seusai topeng Sidakarya, yang diawali dengan Puja Trisadnya kemudian dilanjutkan dengan Panca Sembah. Umat Hindu secara tertib mengikuti arahan panitia dan pemangku.

Kami sekeluarga mengikuti acara dalam situasi yang benar-benar kondusif dan menyenangkan hati. Tatanan acara yadnya sangat apik dan lengkap dan berkesan bagi kami.

Selepas acara yadnya, kami juga menyempatkan diri sekeluarga mengunjungi area kuliner yang ditata di kanista mandala pura.

Tersaji berbagai ragam makanan sebagai hidangan yang layak dikosumsi. Hidangan sate, lawar maupun kuah nangka plus daging dengan aroma dan rasa yang enak kami cicipi bersama keluarga.

Sungguh atas asung kerta waranugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa kita dapat menikmati anugrah beliau.

Selepas itu sejenak kami istirahat sambil menikmati acara hiburan yang sudah dirancang di panggung wantilan pura dengan berbagai tetabuhan dan tarian hiburan sebagai balih-balihan yang dapat ditonton oleh umat sedharma usai persembahyangan.

Usai istirahat kami melanjutkan perjalanan menuju Bekasi. Kali ini kami tidak melalui jalan tol karena dari informasi gawai atas bantuan teknologi smartphone dan gps garmin kami pantau terjadi kemacetan panjang. Sehingga kami memutuskan untuk menyusuri jalan non tol  arah cililitan dan tembus kalimalang. Di kalimalang baru kami memasuki jalan tol Becakayu (Bekasi, Cawang, Kampung Melayu). Kami keluar arah kranji dan akhirnya tiba di gerbang Harapan Indah. Lebih kurang 15 menit sampailah kami di rumah.

Sekitar pukul 22 wib kami tiba. Sang Kala ternyata terus bergerak, tanpa terasa sudah tengah malam. Kami tidak serta merta bisa langsung menuju peraduan tetapi harus menata dulu seluruh kendaraan dan pintu-pintu demi keamanan.

Pada hari raya Kuningan yang jatuh pada tanggal 9 juni 2018 yaitu saniscara kliwon wuku kuningan kami sekeluarga mengikuti persembahyangan di pura Dalem Purna Jati Cilincing Jakarta Utara.

Kali ini kami berangkat agak sore yaitu sekitar pukul 18.30 wib dengan harapan tidak mengalami kemacetan. Kami menyusuri Tol Jakarta Outter Ring  Road Utara menuju Cilincing. Kami sempat salah membaca petunjuk jalan yang membuat kami salah arah menuju tujuan. Karena perkembangan jalan-jalan banyak yang baru,  kami akhirnya kembali menghidupkan gawai. Dengan bantuan GPS Garmin dan smartphone, kami dituntun secara detail menuju tujuan, akhirnya kami sampai di Pura Dalem Purna Jati Cilincing Jakarta Utara.

Pura Dalem Purna Jati Cilincing Jakarta Utara

Perjalanan ini kami tempuh kurang lebih 1 jam 30 menit, kami tiba dan mendapatkan persembahyangan gelombang ke tiga.

Usai persembahyangan kami menyaksikan panggung hiburan sejenak. Yang menarik di panggung ada anak kecil umur sekitar 9 tahunan sedang memainkan biolanya sambil menyanyi sangat telaten dan suara yang merdu dan mengagumkan serta merta mengundang riuh penonton.  Suasana wantilan tempat dilangsungkan hiburan sungguh ramai dan meriah dengan tepuk tangan dan cuitan penonton yang dengan gembira menyaksikan.

Seperti biasa kami melanjutkan acara keluarga kuliner bersama, pada salah satu warung makan yang menyediakan makanan ala Bali. Kali ini special kami mencari yang menyajikan lauknya lebih banyak.

Usai makan bersama kami langsung saja menuju kendaraan yang terparkir di area konteiner sekitar pura dan langsung menyusuri tol kembali pulang ke Bekasi.