web analytics

Tag Archives: finishing

Perencanaan Dan Kalkulasi Grafika

Sebuah pesanan produk grafika masuk ke meja kerja percetakan tidak langsung  dapat   dikerjakan  tanpa diketahui terlebih dahulu bagaimana spesifikasi pesanan yang diinginkan konsumen. Spesifikasi tersebut akan mempengaruhi rencana dan proses kerja serta kalkulasi biaya produksi dari pada pesanan tersebut.

Spesifikasi produk grafika terdiri dari beberapa kategori :

  1. Kategori Formulir, Nota/Bon dan lainnya, spesifikasinya antara lain : Jenis Pesanan, Jumlah Pesanan, Jenis Bahan, Jumlah Warna Tinta, Jumlah Rangkap, Isi Buku, Ukuran, Jenis Cetakan, Color Sparasi atau Spot Color
  2. Kategori Brosur,  Leaflet,  Poster  dan  lainnya spesifikasi-nya  antara lain : Jenis Pesanan, Jumlah Pesanan, Jenis Bahan, Jenis Cetakan, Jumlah Lipat (bila  dilipat), Ukuran, Color Sparasi atau Spot Color, Jumlah Warna Tinta, Jenis Lapisan (Laminating/Varnishing).
  3. Kategori Undangan, spesifikasinya antara lain : Jenis Pesanan, Jumlah Pesanan, Jenis Bahan, Jenis Cetakan, Jumlah Lipat (bila dilipat), Ukuran, Jenis Cetakan, Color Sparasi atau Spot Color, Jumlah Warna Tinta, Hard Cover atau Cover Karton.
  4. Kategori Kartu-Kartu, spesifikasinya antara lain : Jenis Pesanan, Jumlah Pesanan, Jenis Bahan, Jenis Cetakan, Cetakan Bolak-Balik/tidak, Ukuran.
  5. Kategori Buku-Buku spesifikasinya antara lain : Jenis Pesanan, Jumlah  Pesanan, Jenis Bahan Isi, Jenis Bahan Cover, Hard  Cover  atau  Tidak,  Jumlah  Halaman  Color  Sparasi,  Jumlah Halaman Black & White,  Ukuran, Jenis penjilidan (Jilid Lem Panas, Dingin, Jarit Kawat atau Jarit Benang).
  6. Kategori Spanduk, Bendera dll., spesifikasinya antara lain : Jenis Pesanan, Jumlah Pesanan, Jenis Bahan, Warna Dasar, Jumlah Warna Tinta, Ukuran, Cetak Satu Muka atau 2 muka.

Setelah  diketahui  spesifikasi  sebuah  produk  grafika,  kemudian dapat dibuat rencana kerja serta kalkulasi biaya produksinya. Secara global rencana kerja penyelesaian produk grafika dapat dibagi menjadi :

I. PERSIAPAN

1.Persiapan Bahan

2.Setting & Desain

– Pemotretan

– Scanning

– Ilustrasi

– Pengetikan Naskah

– Lay Out

– Print Out c. Reproduksi

– Film

– Plate

– Klise Timah

II.CETAK

  1. Cetak Offset/Offset Printing
  2. Cetak Sablon/Screen Printing
  3. Cetak Panas/Hot Printing
  4. Cetak Timbul/Emboss Printing
  5. Digital Printing

III. FINISHING

  1. UV Varnishing b. Laminating
  2. Rel
  3. Lipat
  4. Susun/Komplit f. Jilid
  5. Potong
  6. Pengemasan

TAHAP PERSIAPAN

Sebelum pelaksanaan dari rencana, persiapan bahan baku yang digunakan juga tidak kalah pentingnya. Berdasarkan spesifikasi  dari sebuah pesanan, bahan baku yang diperlukan bisa dipersiapkan secara baik. Berapa ukurannya, jenis  apa,   serta  jumlah  yang  dibutuhkan.

Sebagai contoh :

Sebuah pesanan dengan spesifikasi sebagai berikut :

Jenis Pesanan          :           Brosur

Ukuran Jadi             :           21 cm x 29,7 cm

Jenis Kertas              :           Art paper 150 gram

Jumlah Cetak           :           10.000 pcs

Jenis Cetakan          :           Offset Full Color Sparation

Finishing                  :           Laminating Dop

Gambar 1 Ukuran Kertas

Di bawah ini kita bahas bagaimana rencana dan kalkulasinya. Untuk mencetak pesanan brosur dengan spesifkasi diatas agar terjadi efisiensi dapat direncanakan naik cetak 2 pcs brosur dalam sekali lintasan mesin. Ukuran bahan yang diperlukan adalah 45 cmx32 cm, 1 cm batas atas dan 1 cm batas bawah untuk pegangan griper mesin dan untuk sisiran, sedangkan  1,5  cm  batas  kiri  dan 1,5 cm batas kanan untuk pegangan sidelays mesin dan sisiran. (Lihat Gambar 1).

Setelah mengetahui ukuran bahan yang dibutuhkan, sekarang kita akan mencari berapa banyak yang dibutuhkan dan ukuran bahan yang mana paling  efisien.  Secara umum bahan art paper 150 gram ada 2 ukuran plano yang tersedia di pasaran yaitu ukuran 65 cm x 100 cm dan 109 cm x 79 cm.

Untuk  mengetahui  ukuran  mana  yang  paling  efisien  kita  perlu membandingkan  kedua  ukuran  tersebut  mana yang  paling  sedikit mengeluarkan biaya untuk memenuhi kebutuhan kertas jadi. Pertama,  kita  sepakat  terlebih dahulu  untuk  toleransi  kesalahan cetak sebesar 5 % berarti kertas bahan yang kita butuhkan dalam ukuran 45 x 32 cm  adalah (10.000 : 2)+ 5% = 5.250 lb

Untuk mendapatkan sejumlah itu kita uji dulu kertas yang ukuran 1 yaitu 65 x 100 cm.

Alternatif A :

65 : 45  = 1 dan

100 : 32 = 3 , Alternatif pemotongan A menghasilkan 1 x 3 = 3 lembar dalam 1 (satu) lembar plano

Alternatif B :

100 : 45  = 2 dan

65 : 32  = 2 , Alternatif pemotongan B menghasilkan     2 x 2 = 4 lembar dalam 1 (satu) lembar plano

Kita pilih alternatif mana yang lebih besar hasilnya. Jadi kesimpulannya untuk ukuran 65 x 100 cm mendapat 4 lembar ukuran 45 x 32 cm.

Selanjutnya kita uji juga kertas  yang ukuran II  yaitu ukuran 109 x 79 cm

Alternatif A :

109 : 45  = 2 dan

79 : 32  = 2 , Alternatif pemotongan A menghasilkan 2 x 2 = 4 lembar dalam 1 (satu) lembar plano

Alternatif  B :

109 : 32  = 3 dan

79 : 45  = 1,  Alternatif pemotongan B menghasilkan 3 x 1 = 3  lembar dalam 1(satu) lembar plano

Gambar 2

Melihat kedua alternatif tersebut banyak sisa kertas yang terbuang, maka perlu kita coba alternatif C yaitu pemotongan dengan cara digambar terlebih dahulu ada kemungkinan dapat hasil yang lebih banyak. (Gambar 2). dan ternyata memang menghasilkan yang lebih banyak dari kedua alternatif sebelumnya. Satu (1) lembar plano ukuran 109 x 79 cm menghasilkan 5 lembar ukuran 45 x 32 cm.

Dari uji coba untuk 2 ukuran kertas diatas dapat kita  simpulkan :

  1. Untuk ukuran 65 x 100 cm menghasilkan 4 lembar jadi, ukuran 32×45 cm
  2. Untuk ukuran 109 x 79 menghasilkan 5 lembar jadi, ukuran 32x45cm

Dengan asumsi harga per rem plano saat ini masing-masing ukuran I dan II adalah Rp. 800,- dan Rp. 950,- maka ukuran yang paling efisien dapat kita hitung sebagai berikut :

Kalau kita memilih ukuran 65 x 100 cm biaya yang dikeluarkan adalah :

5250 : 4 = 1313 lembar x Rp. 800,- = Rp. 1.050.400,-

sedangkan kalau kita memilih ukuran 79 x 109 biaya yang kita keluarkan adalah :

5250 : 5  = 1050 lembar x Rp. 950 = Rp. 997.500,-

Jadi yang paling efisien adalah ukuran 79×109 cm, menjadi pilihan kita dalam memilih bahan baku untuk brosur diatas yaitu sejumlah 1.050 lembar plano dipotong ukuran 32 x 45 cm.

Jadi persiapan bahan baku kertas sudah kita selesaikan. Sampai disini dulu nanti tulisan ini akan bersambung mengenai perencanaan “Setting dan Disain” Nantikan tulisan berikutnya…..

Bisnis Printing

Manusia dalam hidupnya selalu membutuhkan barang cetakan. Produk yang kita pergunakan dan konsumsi dalam keseharian kita seperti : Kop surat, brosur, leaflet, koran, buku, kartu nama, poster, iklan menu restoran, kemasan produk makanan dan minuman, kartu undangan pernikahan, proposal, dan masih banyak lagi, adalah barang cetakan.

Cakupan industri percetakan sangat luas mulai dari usaha foto copy kecil-kecilan hingga perusahaan percetakan dengan investasi besar sampai miliaran rupiah semuanya dikategorikan sebagai Industri Grafika.

Luasnya cakupan industri grafika, mampu menyerap jumlah tenaga kerja dalam jumlah yang besar, dari berbagai teknik dan bidang yang saling mendukung. Mulai dari  operator mesin cetak,  designer grafis, fotografer, insan periklanan  hingga tenaga pemasaran/marketing.

Dunia grafika tidak bisa berdiri sendiri dalam peranannya menghasilkan produk grafika, sejak awal masa perkembangannya sampai saat ini pertumbuhannya  sangat  pesat.

Teknik-teknik yang harus anda padukan untuk mendukung dunia grafika seperti teknik fotografi, komputer, desain grafis, disamping teknik grafika itu sendiri, agar anda mendapatkan manfaat darinya terutama untuk keperluan bisnis.

Masing-masing teknik ini memiliki daya dukung dan harus dipadukan. Fotografi mempunyai peran menghasilkan image yang merupakan salah satu materi grafika yang terlebih dahulu diolah oleh unit komputer, kemudian hasilnya yang berupa desain diserahkan kepada unit pencetakan sehingga menghasilkan produk akhir dari grafika yang dimaksudkan. Disamping mengolah image komputer berperan menghasilkan huruf-huruf cetak atau font yang dibutuhkan maupun, desain  tata letak baik yang menggunakan image maupun tidak.

Teknologi grafika berperan menduplikasi materi dengan berbagai teknik-teknik grafika. Teknik Komputer Grafis serta teknik Grafika dipadukan dalam menghasilkan produk akhir grafika. Dan anda perlu mempelajarinya secara seksama.

Banyak Software Komputer Grafis yang ada minimal tiga yaitu Adobe Page Maker, Adobe Ilustrator, Coreldraw, Adobe Photoshop, Macromedia Freehand dan lainnya, sudah cukup untuk mengolah disain untuk persiapan dari bisnis percetakan ini. Dimana dengan tiga software ini telah cukup bagi anda untuk mendukung terlaksananya  kegiatan  persiapan  dari dunia grafika.

Panjangnya mata rantai proses grafika dan tingkat kerumitannya, penting anda ketahui  dan juga oleh kalangan yang ingin menekuni bidang ini. Hal inilah melatarbelakangi keinginan menulis materi ini untuk dapat membantu anda membangun bisnis dalam industri percetakan.

src gbr: neoprint-smg.blogspot.com

Proses grafika yang panjang tersebut mengakibatkan banyak profit center yang bisa dibangun di dalamnya, baik secara sebagian atau keseluruhan. Proses yang  dapat dikembangkan, dapat menyesuaikan dengan modal yang dimiliki misalnya: Anda tertarik dalam bidang pra cetak saja; (anda dapat mengembangkan: Biro Setting & Disain Grafis, Biro Repro & Color Sparasi Film, Layanan Expose Plate Berbagai Ukuran Mesin, Layanan Expose Master Paper, Layanan Klise Timah Untuk Cetak Hot Print & Emboss). Jika anda  tertarik dibidang Cetak; (anda dapat mengembangkan: Biro Ongkos Cetak Offset, disini anda investasi mesin cetak dengan ukuran dan harga yang dapat anda sesuaikan dengan kemampuan anda menyediakan modal investasi, Biro Sablon, Biro Cetak Hotprint & Emboss). Jika tertarik dalam bidang Finishing, anda dapat mengembangkan: Biro Varnishing & Laminating, Biro Penjilidan,  Biro Pemotongan Kertas, Biro Pond & Pisau Pond). Jika anda memiliki modal yang lumayan besar, anda dapat mengembangkan keseluruhan proses grafika dari awal sampai akhir, menjadi sebuah perusahaan percetakan komplit dan melayani Order/Pesanan Barang Cetakan maupun melayani biro-biro lepas yang memiliki order cetakan, dengan service di dalam satu atap (one stop service).

Untuk dapat melakukan seperti yang saya ungkapkan diatas anda harus menguasai dan meneruskan membaca tulisan ini yang akan bersambung secara seri, dan mewujudkannya  dalam  tindakan  99% kerja keras setelah anda menguasai dan memiliki inpirasi dan berhasil mendapatkan 1% ide, selamat dan sukses buat anda.

Pemasaran

Online via internet

Dalam era kini, bisnis ini dapat  anda jalankan secara online ataupun konvensional. Anda dapat mempro-mosikan bisnis anda dengan membuat website di internet, dan mendapatkan order pesanan. Naskah mentah ataupun sudah dalam bentuk disain bisa dikirim via email, dan anda terima di kantor anda sekalipun dari jarak yang jauh.

Naskah mentah setelah anda disain kemudian dikirim via email ke customer dalam file pdf. untuk disetujui atau untuk  dikoreksi  terlebih dahulu. Setelah disetujui anda bisa proses lebih lanjut, apakah anda menggunakan digital printing atau cetak konvensional. Hasil cetaknya  dapat  dikirim via  kurir, gojek, grab dan lainya atau diantar langsung  ke  tempat customer.

Konvensional (Membentuk Tim Sales)

Pilihan yang paling bagus adalah mengkombinasikan semua hal dalam bisnis ini antara:  Manual – online – digital – konvensional, lakukan  secara konsisten dalam membangun percetakan hingga menjadi percetakan yang mumpuni.

Untuk mendapatkan order pakailah sistem jemput bola dengan harga bersaing. Dalam pengembangan bisnis harus dididik tenaga untuk mencari order. Seseorang  dapat  menjalankan  tugas  mencari  order untuk percetakan apabila telah  mengerti  alur proses produksi produk percetakan, paham jenis kertas, mengetahui harga bahan untuk proses produksi, dan mampu kalkulasi harga cetakan.

Beberapa perlengkapan yang harus dibawa oleh para tim pemasaran ini antara lain :

  • Daftar Harga
  • Formulir Pesanan
  • Kalkulator
  • Pensil
  • Pen
  • Buku Catatan
  • Kartu Kunjungan
  • Agenda
  • Catatan tentang harga jual, bonus, insentif dan sebagainya
  • Foto-foto bila ada
  • Contoh-contoh Cetakan
  • Contoh Warna
  • Penggaris
  • Semua dimasukkan dalam tas yang bersih dan bagus.

Oleh karena itu semua hal tersebut harus diajarkan dari awal hingga akhir. Dari beberapa tenaga yang telah dididik dan siap untuk terjun ke lapangan, kemudian mereka harus dibagi kedalam wilayah jelajah penjualan masing-masing, dan diberikan  target penjualan.

Dengan demikian program jemput bola jalan dibarengi dengan promosi online via internet, akan mampu menghidupi dapur perusahaan. Jadi Harus diusahakan menggunakan  formula  sukses  dibisnis  ini antara lain :

  • Memiliki profil manajemen yang kuat dan konsisten
  • Mentargetkan usaha kecil sebagai pelanggan utama
  • Menghindari perang harga dengan para pesaing, tetapi menekankan kualitas dan kecepatan pelayanan
  • Berlokasi di  daerah  usaha,  dimana  usaha  ini  paling dibutuhkan
  • Menggunakan teknik pemasaran yang agresif

Demikian tulisan tentang bisnis percetakan dan nantikan sambungan tulisan ini hanya di Bizedunet.com